in

Waspada! Hustle Culture Rentan Bikin Stres juga Jerawatan

Waspada! Hustle Culture Rentan Bikin Stres juga Jerawatan

Jakarta – Hustle culture atau bekerja terlalu keras lalu menyokong diri sendiri untuk melampaui batas kemampuan pada waktu ini seolah telah menjadi bagian dari gaya hidup, khususnya di area kota-kota besar. Kebiasaan ini tentunya menghadirkan dampak buruk bagi para pelakunya, salah satunya tingkat stres yang mana semakin tinggi.

Tanpa disadari, stres yang tinggi sanggup berdampak pada kondisi fisik seseorang termasuk kebugaran kulit. Ada sebagian orang yang mana rentan mengalami jerawat dalam bagian wajah ketika pada kondisi stres yang digunakan tinggi. Kondisi ini diperparah apabila kurang menjaga kebersihan wajah. Akibatnya, tubuh pun akan banyak mengeluarkan hormon kortisol kemudian androgen ketika stres.

The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology sebagaimana diambil Byrdie melaporkan stres muncul seiring dengan peningkatan kortisol. Pembaruan kortisol ini memicu respons sistemik di tubuh yang mana berpotensi berdampak pada sistem kekebalan tubuh, sistem pencernaan, sistem reproduksi, lalu proses pertumbuhan. Kortisol ini juga dapat meningkatkan produksi sebum (minyak). Produksi minyak berlebihan ini menghasilkan berbagai pori-pori tersumbat, kemudian pada akhirnya akan memunculkan jerawat.

Biasanya, jerawat muncul akibat stres atau stress acne terjadi pada area wajah yang digunakan paling berminyak atau zona T dengan disertai pori-pori yang dimaksud membesar, kilap, komedo, dan juga dermis tak rata atau kasar. Jerawat akibat stres biasanya juga disertai kemerahan, bahkan gatal-gatal.

dr. Aprilia Karen Mandagie, Sp.KK, membenarkan adanya dampak tingkat stres terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk kebugaran epidermis yang digunakan dapat mengakibatkan timbulnya jerawat.

“Timbulnya jerawat itu dapat dipengaruhi beberapa faktor. Selain pengaruh hormon, kemunculan jerawat mampu dipengaruhi asupan makanan/minuman yang dikonsumsi tubuh hingga tingkat stres. Stressor maupun terlalu sejumlah konsumsi jenis makanan tertentu dapat memicu aktivitas kelenjar sebum memproduksi sebum berlebih sehingga dapat mengakibatkan jerawat pada kulit,” ucapnya.

“Stres adalah suatu bentuk tekanan fisik juga psikologis yang mana muncul ketika menghadapi kondisi yang terasa berbahaya. Ada beberapa kondisi umum yang digunakan dapat menyebabkan stres, seperti kurang istirahat akibat beban pekerjaan yang berat, permasalahan sosial seperti ketidakstabilan keuangan, inovasi besar di hidup, konflik interpersonal, maupun rasa cemas akibat ketidakpastian masa depan,” imbuh dr. Aprilia.

Salah satu upaya untuk menghindari timbulnya stress acne adalah dengan tidur serta istirahat yang dimaksud cukup. Karena ketika tidur, tubuh akan melakukan fungsi penyembuhannya. Lalu mampu dengan rutin melakukan olahraga sehingga tingkat stres akan menurun. Selain itu, menjaga pola makan kemudian makan makanan bergizi, sebab stres menghasilkan pola makan terganggu. Makanan tinggi karbohidrat, seperti hasil susu, lemak jenuh, kemudian lemak trans juga merangsang produksi hormon yang mana dapat memicu produksi minyak berlebih.

Namun, apabila jerawat telah terjadi muncul, pastikan Anda melakukan langkah yang dimaksud tepat untuk menanganinya. Ingat, jangan ambil tindakan yang mana justru memperparah jerawat, seperti memencet jerawat yang mana dapat memperparah lalu berpotensi meninggalkan bekas menghitam.

Selain itu, telitilah memilih barang perawatan kulit. Pemakaian komoditas perawatan dermis yang dimaksud tak sesuai dengan permasalahan dermis malah dapat memperburuk kondisi jerawat. Untuk mendapatkan penanganan yang tersebut tambahan tepat juga komprehensif dan juga untuk mendapatkan barang perawatan epidermis yang tersebut sesuai, berkonsultasi dengan dokter spesialis epidermis sangat dianjurkan.

“Untuk mengurangi terjadinya peradangan jerawat, penting untuk segera memeriksakan ke dokter spesialis kulit,” ungkap dr. Aprilia beberapa waktu lalu.

HalodocKonsultasi dengan dokter spesialis dermis dapat dijalankan di tempat Halodoc

Untuk memeriksakan kondisi jerawat, pada saat ini penduduk juga dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis epidermis dalam telemedisin. Melalui kemudahan akses telemedisin, diharapkan publik dapat mengatasi permasalahan jerawat yang disebutkan dengan lebih besar mudah juga efektif.

“Guna mempermudah penduduk mengatasi berbagai permasalahan kebugaran kulit, Halodoc telah dilakukan miliki kanal khusus Kesejahteraan Kulit di aplikasi mobile Halodoc. User sanggup mendapatkan berbagai layanan seputar kemampuan fisik dermis melalui kanal tersebut, termasuk berkonsultasi dengan beratus-ratus dokter spesialis dermis berpengalaman juga berlisensi yang digunakan dapat menjadi teman di perjuangan mengatasi permasalahan jerawat. Selain konsultasi dengan dokter melalui program Halodoc, pengguna juga dapat melakukan pemesanan treatment wajah dalam rumah sakit atau klinik yang tersebut sudah pernah bekerja sebanding denganHalodoc,” ujar VP Product & Brand Marketing Halodoc menyatakan Ridzky Novasandro.

Berikut langkah untuk konsultasi dengan dokter spesialis lapisan kulit di area Halodoc:

-Buka Program Halodoc dan juga pastikan telah dilakukan log in

-Pilih menu “Chat dengan Dokter”

-Pada kolom “Cari Dokter atau Spesialisasi”, klik bagian “Spesialis Kulit”

-Kemudian pilih dokter spesialis lapisan kulit sesuai dengan keahliannya

-Klik “Chat” lalu pilih “Konsultasi Sekarang” atau “Konsultasi Nanti”

-Jika pilih “Konsultasi Nanti”, maka pengguna dapat menjadwalkan konsultasi sesuai dengan waktu yang tersedia

-Terakhir melakukan pembayaran dengan metode pembayaran yang dimaksud tersedia

 

Saat ini, Halodoc memberikan penawaran istimewa bagi pengguna yang ingin berkonsultasi mengenai kesulitan jerawat. Dengan menggunakan kode “BESTIEDES,” pengguna dapat menikmati diskon sebesar 40%, dengan potongan maksimal hingga Rupiah 20 ribu, pada waktu melakukan konsultasi dengan dokter spesialis lapisan kulit melalui program Halodoc. Untuk menikmati penawaran ini, pengguna hanya sekali perlu melakukan proses secara dengan segera melalui program Halodoc yang digunakan dapat diambil baik melalui iOS dan Android.

 

Artikel Selanjutnya Benarkah Sembarangan Pencet Jerawat Bisa Picu Kematian?

Sumber : CNBC

Written by admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Alasan Pangeran Mateen Tak Bisa Jadi Sultan Brunei Darussalam

Alasan Pangeran Mateen Tak Bisa Jadi Sultan Brunei Darussalam

Tiket Pesawat lalu Kereta Melambung Tinggi, Hal ini adalah Nasehat Sandiaga

Tiket Pesawat lalu Kereta Melambung Tinggi, Ini adalah Nasehat Sandiaga