in

Keputusan Jokowi: Cukai Rokok Naik 10% Mulai Januari 2024

Keputusan Jokowi: Cukai Rokok Naik 10% Mulai Januari 2024

Jakarta – Direktorat Jenderal Bea kemudian Cukai Kementerian Keuangan memverifikasi kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) rata-rata 10% per Januari 2024. Kenaikan ini sesuai dengan langkah Presiden Joko Widodo pada 2022.

Saat itu, Jokowi merilis kebijakan kenaikan tarif CHT dua tahun berturut-turut, yakni 2023 juga 2024. Bea serta Cukai sejauh ini telah dilakukan mempersiapkan kenaikan pada awal tahun tersebut.

Direktur Jenderal Bea juga Cukai Kemenkeu Askolani mengatakan, pita cukai baru untuk penyesuaian tarif 2024 sudah ada disiapkan sebanyak 17 jt pita. Total pita cukai rokok baru itu khusus untuk pengadaan pada Januari 2024.

“Mengenai pemesanan pita cukai 2024 ketika ini kita sudah ada siapkan 17 jt pita cukai untuk permintaan Januari, lalu ini telah sesuai pesanan bidang rokok yang digunakan sudah ada ungkapkan ke kantor-kantor pelayanan bea cukai di dalam berbagai wilayah,” kata Askolani pada waktu konferensi pers APBN di dalam Jakarta, Hari Jumat (15/12/2023).

“Dan proses sekarang percetakan telah kita siapkan di tempat Peruri, dan juga mereka (industri rokok) semata-mata pesan, mengharapkan percetakan sesuai target dalam 1 Januari mereka sudah ada bisa jadi gunakan pita cukai baru,” tegasnya.

Dengan adanya pita cukai baru itu, Askolani mengatakan, Bea Cukai akan memperketat pengawasan peredaran rokok-rokok ilegal yang dimaksud menggunakan pita cukai palsu. Ia mengaku hingga Oktober 2023 sudah ada menindak 641 jt batang rokok ber pita cukai palsu.

“Studi dari universitas dari penindakan pita cukai ini mampu meningkatkan produksi sekitar 5,3% juga partisipasi pada meningkatkan ke penerimaan negara 0,3%,” tegas Askolani.

Berdasarkan tindakan Presiden, tarif CHT seperti untuk rokok ditetapkan naik rata-rata sebesar 10% pada 2023 kemudian 2024, sedangkan untuk CHT rokok elektronik rata-rata sebesar 15% dan juga hasil pengolahan tembakau lainnya rata-rata sebesar 6%.

Ketentuannya pun telah terjadi diatur di Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 191 Tahun 2022, dan juga PMK Nomor 192 Tahun 2022. Dengan begitu, arah kebijakan CHT pada 2024 akan tetap saja mengacu pada dua ketentuan itu.

“Untuk kebijakan tarif CHT 2024, tetap memperlihatkan mengacu pada PMK 191/2022 juga PMK 192/2022,” kata Direktur Komunikasi serta Bimbingan User Jasa Bea Cukai Nirwala Dwi Heryanto terhadap CNBC Indonesia, disitir Selasa (19/12/2023).

Kebijakan dari PMK yang disebutkan bersifat multi tahun untuk tahun 2023 kemudian 2024. Pembahasan dengan DPR pun telah lama dilaksanakan pada ketika pembahasan APBN 2023, sehingga pelaksanaannya tinggal disesuaikan dengan tahun berjalannya.

“Pembahasan dengan DPR sudah ada diadakan pada pada waktu pembahasan APBN 2023,” tegas Nirwala.

Artikel Selanjutnya Rokok Mahal Banget! Setoran Cukai Susut Jadi Mata Uang Rupiah 111,2 Trilyun

Sumber : CNBC

Written by admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Bukti tanah negeri Israel Kubur Hidup-Hidup Pengungsi Palestina pada Daerah Wilayah Gaza

Bukti tanah Israel Kubur Hidup-Hidup Pengungsi Palestina pada Daerah Gaza

Video: Makin Gila, tanah tanah Israel Gempur Kamp Pengungsi kemudian Rumah Sakit

Video: Makin Gila, tanah Israel Gempur Kamp Pengungsi kemudian Rumah Sakit