in

tanah Israel Menggila-Perang Meluas, Keselarasan di tempat Ujung Tanduk

tanah negeri Israel Menggila-Perang Meluas, Keselarasan dalam tempat Ujung Tanduk

  • Serangan Tak Henti
  • Eskalasi Operasi
  • Perang Meluas

Jakarta – Dewan Ketenteraman PBB berjuang untuk menemukan kesepakatan resolusi untuk menghentikan konflik Israel-Hamas ketika upaya bantuan hampir gagal serta dampak sektor ekonomi global makin meluas.

Dengan meningkatnya seruan untuk melakukan gencatan senjata baru, ketua gerakan Hamas yang tersebut berbasis di tempat Qatar, Ismail Haniyeh, akan mengunjungi Mesir pada Rabu (20/12/2023) untuk melakukan pembicaraan mengenai gencatan senjata di dalam Wilayah Gaza juga pertukaran tahanan dengan Israel.

Qatar, yang tersebut didukung oleh Mesir lalu AS, membantu menengahi gencatan senjata selama seminggu juga pertukaran sandera-tahanan pada November.

Adapun kepala Mossad David Barnea, direktur CIA Bill Burns juga Utama Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani telah lama bertemu di dalam Warsawa untuk membicarakan peluang kesepakatan baru.

Pada perkembangan lain, di apa yang digunakan mereka itu katakan sebagai bentuk dukungan terhadap warga Palestina di tempat Gaza, kelompok Houthi Yaman telah dilakukan berulang kali menembakkan rudal kemudian drone ke arah kapal kargo di dalam Laut Merah.

Akibatnya, perusahaan-perusahaan pelayaran besar mengalihkan kapal mereka, sehingga memacu kenaikan nilai tukar minyak, dan juga Amerika Serikat mengumumkan inisiatif keamanan baru untuk melindungi jalur perairan yang tersebut penting bagi perdagangan global.

Menteri Perlindungan Amerika Serikat Lloyd Austin pada Selasa bergabung pada rapat virtual mengenai inisiatif yang dimaksud akan mencakup Inggris, Prancis, Italia, lalu negara-negara lain.

Seorang pejabat tinggi Houthi kemudian menyatakan negara manapun yang dimaksud bertindak melawan pemberontak “kapal dia akan menjadi sasaran di area Laut Merah.”

Di Gaza, negara Israel mempertahankan pengeboman lalu pertempuran darat yang tersebut dipicu yang digunakan dimulai dengan serangan yang dimaksud belum pernah terjadi sebelumnya oleh gerakan Hamas terhadap negara Israel pada tanggal 7 Oktober.

Para militan menerobos pagar perbatasan Kawasan Gaza yang dimaksud dimiliterisasi, menewaskan sekitar 1.140 orang di area Israel, sebagian besar warga sipil, juga menculik sekitar 250 orang, menurut hitungan terbaru Israel.

Bersumpah untuk menghancurkan Hamas, negara Israel memulai pemboman tanpa henti, bersamaan dengan invasi darat, yang digunakan menurut kementerian kebugaran Wilayah Gaza yang dikelola gerakan Hamas sudah pernah menewaskan lebih lanjut dari 19.667 orang, sebagian besar wanita lalu anak-anak.

Serangan Tak Henti

Dewan Keselamatan dijadwalkan untuk melakukan pemungutan pendapat pada Selasa mengenai gencatan senjata tetapi badan yang digunakan terpecah yang dimaksud kesulitan memahami terminologinya.

Menurut sumber-sumber diplomatik, sebuah naskah baru yang mana dimodifikasi yang menyerukan “penghentian permusuhan” untuk memungkinkan akses kemanusiaan yang aman sekarang ini diusulkan, di upaya untuk mendapatkan kompromi.

Amerika Serikat sudah pernah memveto resolusi gencatan senjata sebelumnya di tempat Dewan Keselamatan PBB, sehingga memicu kecaman dari kelompok Palestina juga kemanusiaan.

Adapun PBB memperkirakan 1,9 jt dari 2,4 jt penduduk Kawasan Gaza mengungsi.

Rumah-rumah hancur, memaksa berbagai orang mengungsi ke tempat penampungan yang digunakan penuh sesak lantaran mereka itu berjuang untuk mendapatkan komponen bakar untuk memasak, makanan, air, juga perawatan medis.

Dengan terputusnya aliran listrik lalu komunikasi, warga Kawasan Gaza kembali ke tradisi kuno termasuk radio bertenaga akumulator untuk mendapatkan berita tentang konflik tersebut.

“Di sini, di tempat Gaza, kami bergerak mundur,” kata Salah Zorob (37) di tempat luar tendanya. “Mereka akan mengakibatkan kita kembali ke Zaman Batu,” katanya, dilansir AFP.

Tor Wennesland, koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah, menyatakan pengiriman bantuan kemanusiaan “terus menghadapi tantangan yang dimaksud tak dapat diatasi.”

Dia menyatakan negeri Israel sudah pernah mengambil “langkah-langkah positif yang dimaksud terbatas” namun masih sangat jauh dari apa yang dibutuhkan.

“Di berada dalam pengungsian pada skala yang digunakan tak terbayangkan lalu permusuhan aktif, sistem respons kemanusiaan berada pada ambang kehancuran,” katanya, pada peringatan tegas terbarunya.

Sementara itu, serangan di dalam Rafah pada Senin-Selasa waktu malam menewaskan sedikitnya 20 orang lagi, kata kementerian kebugaran yang tersebut dikuasai Hamas, sehingga menambah penderitaan dalam kota selatan yang tersebut sudah pernah menjadi kamp besar bagi pengungsi Palestina.

Di Tel Aviv, sirene serangan udara meraung-raung ketika roket yang dimaksud ditembakkan dari Wilayah Gaza menimbulkan warga tanah Israel berlarian ke tempat proteksi sebelum tembakan yang tersebut masuk dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Eskalasi Operasi

Juru bicara militer tanah Israel Daniel Hagari mengungkapkan pasukannya memperluas operasi di dalam wilayah Khan Younis dalam Daerah Gaza selatan.

“Kami menambah satu brigade penuh serta tambahan pasukan teknik tempur,” katanya. “Kami harus membubarkan Hamas, lalu ini akan memakan waktu selama diperlukan.”

Tentara menyatakan 132 tentara telah dilakukan tewas di area Wilayah Gaza sejak invasi darat dimulai pada akhir Oktober.

Ratusan warga Palestina telah terjadi ditahan di operasi militer pada Gaza, dan juga pada Selasa tentara menyatakan mereka sedang menyelidiki “kematian teroris di tempat pusat penjara militer.” Tidak ada rincian yang digunakan diberikan.

Para pejabat Negeri Paman Sam termasuk Austin telah lama mendesak tanah Israel untuk melindungi warga sipil dalam Gaza, sebuah seruan yang digunakan dibuat pada hari Selasa oleh Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron. Dia mendesak negeri Israel untuk mengambil “pendekatan yang lebih besar bedah, klinis lalu tepat sasaran” di menangani Hamas.

James Elder, juru bicara dana anak-anak PBB, UNICEF, mengungkapkan kemarahannya pasca kembali dari Gaza.

Dia menyatakan ia “marah sebab mereka itu yang digunakan berkuasa mengabaikan mimpi buruk kemanusiaan yang dimaksud menimpa satu jt anak”, termasuk beberapa anak yang dimaksud diamputasi juga kemudian “terbunuh di dalam rumah sakit tersebut”, sementara pengeboman terus berlanjut.

Salah satu rumah sakit terakhir yang tersisa pada Kawasan Gaza utara, Al-Ahli, berhenti beroperasi pasca diserbu juga “dihentikan” oleh pasukan Israel, kata direkturnya Fadel Naim terhadap AFP.

Perang Meluas

Kekhawatiran utama bagi banyak warga negara Israel adalah nasib 129 sandera yang dimaksud masih ditahan dalam Kawasan Gaza setelahnya 80 orang dibebaskan bulan lalu dengan imbalan 240 tahanan Palestina.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menghadapi membantah dari kerabat sandera yang tersebut menginginkan kesepakatan mendesak untuk menjamin kebebasan para tawanan. Saat bertemu dengan keluarga merek pada hari Selasa, ia berkata: “Saya tidaklah akan menyia-nyiakan upaya mengenai permasalahan ini kemudian tugas kita adalah menghadirkan mereka semua kembali.”

Perang Wilayah Gaza sudah memicu ketakutan akan eskalasi regional dan juga menyebabkan tanah Israel saling melancarkan serangan mematikan melintasi perbatasan dengan militan Hizbullah yang digunakan didukung Iran dalam Lebanon selatan.

Empat perusahaan pelayaran terbesar dalam dunia – CMA CGM Group, Hapag-Lloyd, Maersk serta MSC – sudah pernah mengalihkan kapal mereka dari Laut Merah, begitu pula perusahaan minyak BP, pada sebuah tindakan yang mana meningkatkan nilai tukar energi.

Dalam sebuah pernyataan pada Senin, Austin mengungkapkan inisiatif keamanan maritim baru, Operation Prosperity Guardian, berada pada bawah payung Pasukan Maritim Gabungan (CMF) yang tersebut ada dan juga dipimpin oleh Satuan Pekerjaan 153.

CMF adalah “koalisi berkeinginan” yang 39 anggotanya tidaklah memiliki komitmen khusus namun dapat menugaskan kapal, pesawat atau petugas sesuai kemampuan mereka, kata situs web CMF.

Satuan Tugas 153, yang tersebut dibentuk tahun lalu, ketika ini dipimpin oleh Angkatan Laut Negeri Paman Sam dengan fokus pada “upaya keamanan maritim dan juga peningkatan kapasitas” pada wilayah Laut Merah, menurut situs webnya.

Artikel Selanjutnya Dukung organisasi Hamas di dalam Gaza, Hizbullah Bombardir negeri Israel dari Lebanon

Sumber : CNBC

Written by admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Pihak yang mana Berinvestasi Hati-Hati! Cermati Angka Penentu ‘Nasib’ RI Pekan Hal ini

Pihak yang Berinvestasi Hati-Hati! Cermati Angka Penentu ‘Nasib’ RI Pekan Hal ini

4 Survei Terbaru Pilpres 2024: Anies Vs Prabowo Vs Ganjar

4 Survei Terbaru Pilpres 2024: Anies Vs Prabowo Vs Ganjar